KRI Dewaruci yang sedang merapat di dermaga pelabuhan Embarcadero komplek
musium Marutim San Diego USA, melaksanakan kunjungan kepada Panglima
Armada 3 US Navy San Diego, Senin (18/03). Kunjungan yang dipimpin oleh
Komandan KRI Dewaruci Letkol Laut (P) Haris Bima Bayuseto tersebut diterima
oleh Commader US 3rd Fleet VADM Jerry Beaman di ruang kerja Base Naval, San
Diego.
Selama kunjungan yang berlangsung singkat namun sangat akrab tersebut,
Komandan KRI Dewaruci Letkol Laut (P) Haris Bima Bayuseto didampingi
oleh Atase Pertahanan Laut Kolonel Laut (KH) Anwar Saadi dan diahiri dengan
saling tukar cindera mata.
Kunjungan dilanjutkan ke Pusat Informasi Meteorologi US Navy San Diego. Di
tempat tersebut rombongan Komandan KRI Dewaruci diterima oleh Komandan
Pusat informasi Meteorologi US Navy Kolonel Todo Monroe dan menjelaskan
bahwa keberadaan informasi cuaca sangat dibutuhkan oleh kapal-kapal US
Navy maupun instansi lain dalam setiap pengoperasiannya.
Seperti juga kunjungan sebelumnya, pertemuan inipun di akhiri dengan tukar
cindera mata di antara kedua pemimpin angkatan laut tersebut.
Kunjungan berikutnya adalah mengunjungi Komandan Pangkalan US Navy
San Diego yang diterima oleh Commander Naval Base Captain Wiston
Smith. Kemudian dilanjutkan meninjau kapal USS Antietam CG 54 yang sedan
g overhaul (perbaikan di Dock US Navy San Diego).
Peninjauan diterima oleh Komandan USS Antietam CG 54 Captain Tortora,
rombongan juga diajak ke docking untuk melihat perbaikan sonar kapal da
n melihat Pusat Informasi tempur (PIT) dan anjungan kapal.
Ditempat inilah kemudian Komandan KRI Dewaruci Letkol Laut (P) Haris
Bima Bayuseto menyerahkan cindera mata untuk mengakhiri kunjungannya
sekaligus mohon diri untuk melanjutkan perjalannya menuju Mexico.
sumber: TNI-AL
|
KRI DEWARUCI BERLAYAR LAGI MENUJU AUSTRALIA. Kapal latih dari kelas Barquentine (layar tiang tinggi), KRI Dewaruci milik TNI AL melakukan pelayaran ke Benua Kanguru untuk mengikuti Lattek Kartika Jala Krida (KJK) dan International Tall Ship Race 2013. Kapal ini dibangun di Hc Stulcken & Son Jerman. Pelayaran kali ini berlangsung lebih kurang 60 hari, dengan membawa 98 orang awak yang terdiri dari 16 orang prajurit TNI AL, serta 82 orang kadet Akademi Angkatan Laut (AAL) angkatan ke-60.
Rabu, 21 Maret 2012
KOMANDAN KRI DEWARUCI BERKUNJUNG KE ARMADA 3 US NAVY
KRI DEWARUCI PERSEMBAHKAN TARI BADINDING DI SAN DIEGO USA
| |
|
Setelah
berhasil mengarungi Samudra Pasifik, KRI Dewaruci yang melaksankaan
pelayaran Kartika Jala Krida 2012 tiba di San Diego USA dan disambut
meriah oleh warga setempat di Dermaga Pelabuhan Embarcadero, Komplek
Museum Maritim San Diego USA, Jumat (16/03). Dalam kunjungannya di San
Diego kali ini, para personel KRI Dewaruci mempromosikan kebudayaan
Indonesia dengan mementaskan tarian Badinding yang digelar di atas
geladak kapal dan ditonton oleh ratusan pengunjung yang hadir disana.
Diawali
dengan pengalungan karangan bunga kepada Komandan KRI Dewaruci Letkol
Laut (P) Haris Bima Bayuseto, para personel KRI Dewaruci ini
mempertunjukan kebolehannya membawakan tarian adat asal propinsi Padang
Sumatra Barat tersebut, dimana memang tarian ini dipersembahkan guna
menyambut para tamu dan pengunjung yang hadir. Kedatangan KRI Dewaruci
sendiri sudah sangat dinantikan, mengingat kapal buatan tahun 1953
tersebut masih eksis pada kejuaraan-kejuaran layar dunia serta selalu
melaksanakan pelayaran muhibah pada setiap tahunnya.
Selain
warga setempat, kehadirian KRI Dewaruci juga sudah sangat dinantikan
oleh ratusan WNI yang berdomisili disana, “prajurit TNI AL di Dewaruci
sangat profesional dalam menghibur WNI yang memang sudah lama rindu
akan tanah airnya, dengan melihat kesenian ini kami sangat merindukan
pulang ke tanah air karena sudah puluhan tahun tidak pernah pulang”,
ujar salah seorang WNI yang hadir di atas geladak kapal.
Turut
hadir saat menyambut kedatangan KRI Dewaruci para pejabat Indonesia
yang ada di USA, antara lain Atase pertahanan Laut RI untuk USA Kolonel
Laut (KH) Anwar Saadi, Konjen RI Los Angeles Bpk Hadi Martono, serta
hadir pula Wakil Komandan Pangkalan US Navy San Diego Kolonel Patricia
Witherspoon.
Rencananya
kedatangan KRI Dewaruci di USA guna mengikuti lomba layar di beberapa
kota, antara lain di New Orleans, Miami, Charleston, New York,
Baltimore dll. Rangkaian acara ini merupakan kegiatan dalam menyambut
hari Kemerdekaan Amerika Serikat (4 Juli 2012). Pada 2007 yang lalu
kapal ini juga pernah hadir di event yang sama, dimana ketika itu
kegiatan dalam rangka menyambut hari Kemerdekaan USA terpusat di kota
New Port.
KRI
Dewaruci yang diawaki 77 personel TNI AL, sebelumnya bertolak dari
tanah air pada 15 Januari 2012, dan akan berlayar keliling dunia
sekaligus mengemban misi pariwisata Indonesia hingga Oktober
mendatang, dan diperkirakan keberadaan KRI Dewaruci di USA hingga 11
Juli 2012, sebelum melanjutkan perjalanannya keliling dunia menuju
benua Eropa.
Demikian berita Dinas Penerangan Angkatan Laut.
Dispenal Mabesal
|
Minggu, 11 Maret 2012
Kunjungan KRI Dewaruci Ke Pearl Harbor
The Indonesian Navy tall ship, KRI Dewaruci passes by the U.S. Air Force missing man formation memorial at Joint Base Pearl Harbor-Hickam, Hawaii. The KRI Dewaruci, arrived at JBPHH on Feb. 29, 2012, for a brief port visit while enroute the U.S. mainland. Dewaruci began her cruise from Surabaya, East Java, Indonesia on Jan. 14., as part of International Operation Sail (OpSail) 2012 to commemorate the bicentennial of the War of 1812. (Department of Defense photo by U.S. Air Force Tech. Sgt. Michael R. Holzworth/Released)
The Indonesian Navy tall ship, KRI Dewaruci arrives at Joint Base Pearl Harbor-Hickam, Hawaii on Feb. 29, 2012, for a brief port visit while enroute the U.S. mainland. Dewaruci began her cruise from Surabaya, East Java, Indonesia on Jan. 14., as part of International Operation Sail (OpSail) 2012 to commemorate the bicentennial of the War of 1812. (Department of Defense photo by U.S. Air Force Tech. Sgt. Michael R. Holzworth/Released)
An Indonesian sailor aboard the Indonesian Navy tall ship, KRI Dewaruci hoists up a flag as it arrived at Joint Base Pearl Harbor-Hickam, Hawaii on Feb. 29, 2012, for a brief port visit while enroute the U.S. mainland. Dewaruci began her cruise from Surabaya, East Java, Indonesia on Jan. 14., as part of International Operation Sail (OpSail) 2012 to commemorate the bicentennial of the War of 1812. (Department of Defense photo by U.S. Air Force Tech. Sgt. Michael R. Holzworth/Released)
(left to right) U.S. Navy Capt. Jeffrey James Joint Base Pearl Harbor-Hickam commander, gives a coin to Indonesian Navy Cmdr. Haris Bima of the Indonesian Navy tall ship, KRI Dewaruci at Joint Base Pearl Harbor-Hickam, Hawaii. The KRI Dewaruci, arrived at JBPHH on Feb. 29, 2012, for a brief port visit while enroute the U.S. mainland. Dewaruci began her cruise from Surabaya, East Java, Indonesia on Jan. 14., as part of International Operation Sail (OpSail) 2012 to commemorate the bicentennial of the War of 1812. (Department of Defense photo by U.S. Air Force Tech. Sgt. Michael R. Holzworth/Released)
PEARL HARBOR (Feb. 29, 2012) Indonesian sailors aboard the Indonesian Navy tall ship KRI Dewaruci observe the shoreline as the ship arrives at Joint Base Pearl Harbor-Hickam for a port visit. Beginning in April, Dewaruci will take part in International Operation Sail 2012 as part of the commemoration of the War of 1812. (U.S. Navy Photo by Mass Communication Specialist 2nd Class Daniel Barker/Released)
(left to right) U.S. Navy Capt. Jeffrey James Joint Base Pearl Harbor-Hickam commander, greets Indonesian Navy Cmdr. Haris Bima of the Indonesian Navy tall ship, KRI Dewaruci at Joint Base Pearl Harbor-Hickam, Hawaii. The KRI Dewaruci, arrived at JBPHH on Feb. 29, 2012, for a brief port visit while enroute the U.S. mainland. Dewaruci began her cruise from Surabaya, East Java, Indonesia on Jan. 14., as part of International Operation Sail (OpSail) 2012 to commemorate the bicentennial of the War of 1812. (Department of Defense photo by U.S. Air Force Tech. Sgt. Michael R. Holzworth/Released)
Indonesian sailors perform a traditional dance to welcome U.S. Military personnel aboard the Indonesian Navy tall ship, KRI Dewaruci at Joint Base Pearl Harbor-Hickam, Hawaii. The KRI Dewaruci, arrived at JBPHH on Feb. 29, 2012, for a brief port visit while enroute the U.S. mainland. Dewaruci began her cruise from Surabaya, East Java, Indonesia on Jan. 14., as part of International Operation Sail (OpSail) 2012 to commemorate the bicentennial of the War of 1812. (Department of Defense photo by U.S. Air Force Tech. Sgt. Michael R. Holzworth/Released)
PEARL HARBOR (Mar. 1, 2012) Sailors from the Indonesian Navy paint the side of the Indonesian Navy tall ship KRI Dewaruci. Dewaruci is participating in the International Operation Sail 2012 as part of the commemoration of the War of 1812. (U.S. Navy photo by Mass Communication Specialist 3rd Class Sean Furey/Released)
PEARL HARBOR (Mar. 1, 2012)A Sailor from the Indonesian Navy prepares to paint the side of the Indonesian Navy tall ship KRI Dewaruci. Dewaruci is participating in the International Operation Sail 2012 as part of the commemoration of the War of 1812. (U.S. Navy photo by Mass Communication Specialist 3rd Class Sean Furey/Released)
PEARL HARBOR (Mar. 1, 2012) Rear Adm. Fernandez Ponds, commander, Navy Region Hawaii, shakes hands with Col. Anwar Saadi of the Indonesian Navy next to the Indonesian Navy tall ship KRI Dewaruci. Dewaruci is participating in the International Operation Sail 2012 as part of the commemoration of the War of 1812. (U.S. Navy photo by Mass Communication Specialist 3rd Class Sean Furey/Released)
PEARL HARBOR (Mar. 1, 2012) Rear Adm. Fernandez Ponds, commander, Navy Region Hawaii, boards the Indonesian Navy tall ship KRI Dewaruci. . Dewaruci is participating in the International Operation Sail 2012 as part of the commemoration of the War of 1812. (U.S. Navy photo by Mass Communication Specialist 3rd Class Sean Furey/Released)
PEARL HARBOR (Mar. 1, 2012) Rear Adm. Fernandez Ponds, commander, Navy Region Hawaii, tours the Indonesian tall ship KRI Dewaruci. Dewaruci is participating in the International Operation Sail 2012 as part of the commemoration of the War of 1812. (U.S. Navy photo by Mass Communication Specialist 3rd Class Sean Furey/Released)
PEARL HARBOR (March 1, 2012) Col. Anwar Saadi from the Indonesian Navy tall ship KRI Dewaruci gives Cmdr. Dan Valascho, commanding officer of the guided-missile frigate USS Rueben James (FFG-57), a plaque aboard Rueben James on Joint Base Pearl Harbor-Hickam. Dewaruci is participating in the International Operation Sail 2012 as part of the commemoration of the War of 1812. (U.S. Navy photo by Mass Communication Specialist 3rd Class Dustin W. Sisco/released)
KRI Dewaruci Kehabisan BBM di Samudera Pasifik
Perjalanan panjang dari Republik Marshall menuju Hawai USA KRI Dewaruci tertatih –tatih melawan derasnya ombak, kencangnya angin seakan-akan menghentikan laju kecepatan kapal sehingga kehabisan bahan bakar, (23/2) di tengah samudera pasifik sebelum sampai di persinggahan Pangkalam US Navy di Pearl Harbour Hawai.
Keputusan cepat sang komandan untuk segera menghubungi Pangkalan US Navy di Pearl Harbour Hawai adalah langkah tepat untuk meminta bantuan BBM dimana sebelumnya sudah di koordinasikan dengan Mabes TNI AL dan Pangarmatim. Pearl Harbour segera mengirim kapal perang USS Reuben James-57 untuk membentu KRI Dewaruci sedang dalam kesulitan.
Namun tidak semudah itu untuk mengisi BBM di KRI yang berada di laut lepas seperti samudra pasifik karena kerasnya angin, gelombang besar yang selalu datang secara tiba-tiba. Dari US Navy di putuskan agar KRI Dewaruci segera menuju Pulau terdekat di Jonshon Atall untuk lokasi transfer bahan bakar. Dari pulau ini KRI Dewaruci masih butuh waktu 6 hari untuk sampai di Hawai dengan kecepatan kapal 5 knot.
Hari Jumat (23/2) tepat jam 09.00 waktu setempat atau Sabtu 04.00 dini hari pada posisi 16 ? . 42’ 12” U dan 169 ? 32’ 05’’B KRI Dewaruci lego di dekat Pulau Jonshson Atall sebuah gugusan karang yang tidak terbaca di peta. Pangkalan Pearl Harbour pun kemudian mengirim peta lokasi dimana BBM akan di suplay. Dipilihnya lokasi ini adalah karena tidak mungkin di Samudera Pasifik dilakukan pengisian BBM. Tempat ini merupakan yang terbaik karena ada sedikit perlindungan akan kuatnya arus dan gelombang dan perubahan cuaca sewaktu-waktu.
Komandan KRI Dewaruci Letkol Laut (P) Haris Bayuseta yang sudah berpengalaman di kapal layar ini pada saat krisis BBM sebenarnya sudah mengeluarkan berbagai jurus andalannya dalam manuver kapal layar, menggunakan kecepatan arah angin agar tetap bisa berjalan namun sia-sia karena arah angin selalu berubah-ubah dan jarak yang harus ditempuhpun tidak sesuai dengan kapasitas bahan bakar yang tersedia di kapal yang hanya mampu untuk berlayar 14 hari, sedangkan kapal ini sudah berlayar 12 hari dan jarak yang ditempuh ke Pearl Harbour dengan kecepatan kapal 5 knot masih membutuhkan waktu 6 hari lagi.
Langkah awal yang dilakukan oleh USS Reuben James. 57 mengirimkan personil satu team ke KRI Dewaruci melalui sekoci karet guna melihat dari dekat kondisi kapal. Sesampainya di kapal langsung koordinasi dengan komandan serta perwira lainnya . Perwira USS Reuben James 57 memutuskan untuk mengirim BBM lewat selang langsung ke tengki mengingat kondisi kapal yang pipanya tidak sesuai dengan ukuran slang.
Di posisi inlah kapal negara super power USA mengirimkan USS Reuben James 57 dengan komandan CDR Daniel W Valavcho untuk mensuplay bahan bakar HSD 15.000 liter dengan selang panjang yang langsung dimasukkan ke dalam tangki BBM yang terletak di bawah Ruang Kadet. Disamping HSD juga di suplay tambahan air tawar di tangki di bawah ruang Bintara / Tamtama. Sejumlah BBM tersebut diperkirakan akan sampai menuju Pangkalan US Navy di Pearl Harbour Hawai. USS Reuben James dalam kondisi mesin siap untuk mengikuti haluan KRI Dewaruci yang sewaktu-waktu berputar mengikuti arus sehingga proses pengisian bahan bakar tidak terganggu mengingat kapal ini untuk manuver lebih mudah dari pada KRI Dewaruci.
USS Reuben James 57 kapal freget dengan personil yang profesional menurunkan sekoci karet untuk mengirimkan tambahan air minum 125 dos karton dan bahan basah / konserven untuk kekuatan Prajurit KRI selama 1 hari.
Seusai pengisian BBM ke dua kapal langsung melanjutkan perjalanannya, prajurit kapal latih Kadet Akademi TNI AL pun melambaikan tangan sebagai ucapan terimakasih kepada USS Reuben James 57, dan merekapun menjawabnya. Selamat berlayar dan bertemu di Pearl Harbour.
Sabtu, 03 Maret 2012
KRI Dewaruci Tinggalkan Hawaii
Tomi Sujatmiko |
Jumat, 2 Maret 2012
HAWAII (Kedaulatan Rakyat Jogja.com) - Komandan
Pangkalan US Navy di Pearl Harbour Captain Teff James, Kamis (1/3/2012)
waktu setempat mengunjungi KRI Dewaruci dan diterima oleh Letkol Laut
(P) Haris Bima Bayuseta didampingi para perwira lainnya. Captain James
berkesempatan melihat seluruh bagian kapal latih kebanggaan TNI AL ini.
Dalam surat elektronik Dinas Penerangan TNI AL kepada KRjogja.com, Jumat (2/3/2012) Captain James dijelaskan tentang kiprah KRI Dewaruci yang ikut pelayaran keliling dunia dan lomba Tall Ship di AS dalam rangka HUT negara adidaya itu. Selain itu menyaksikan tingginya Tiang Bima, haluan dan navigasi termasuk melihat foto Mantan Komandan KRI Dewaruci. Sebelum mengakhiri kunjunganya, kedua Komandan saling bertukar cinderamata dalam rangka jalinan kerjasama antara TNI AL dan US Navy.
Kegiatan lainnya, Komandan KRI Dewaruci dan beberapa perwira megunjungi USS Reuben James 57 yang sama-sama bersandar di Pearl Harbour. Turut mendampingi Atase Laut untuk Amerika Serikat Kolonel Laut( KH ) Anwar Saadi dan diterima oleh komandan CDR Daniel W. Valavcho.
"Saya mengucapkan terimakasih atas bantuan USS Reuben yang memberi bantuan BBM di Samudera Pasifik beberapa waktu lalu. Danm berpamitan karena KRI Dewaruci akan meninggalkan Hawaii," tegas Letkol (P) Haris Bima Bayuseta.
Letkol Haris menjelaskan KRI Dewaruci akan menuju San Diego sehingga harus mengisi penuh seluruh tangki BBM, air tawar dan bahan pangan selama perjalanan sepanjang 2275 mil laut ini.
"Apabila kecepatan kapal bisa 7 knot maka akan memakan waktu 14 hari. Tapi kalau kecepatan seperti saat akan menuju Hawai bisa lebih dari 18 hari. Kami tidak akan mengulangi kesalahan dengan kehabisan BBM dengan menyiapkan total 58.900 liter dengan asumsi sehari menghabiskan 3.272,2 liter.
"Kami berharap cuaca di Samudera Pasifik ke depan akan lebih bersahabat sehingga perjalanan kapal dapat berjalan sesuai targetnya dan bisa datang di sasaran even tepat waktu," tandasnya. (Tom)
Dalam surat elektronik Dinas Penerangan TNI AL kepada KRjogja.com, Jumat (2/3/2012) Captain James dijelaskan tentang kiprah KRI Dewaruci yang ikut pelayaran keliling dunia dan lomba Tall Ship di AS dalam rangka HUT negara adidaya itu. Selain itu menyaksikan tingginya Tiang Bima, haluan dan navigasi termasuk melihat foto Mantan Komandan KRI Dewaruci. Sebelum mengakhiri kunjunganya, kedua Komandan saling bertukar cinderamata dalam rangka jalinan kerjasama antara TNI AL dan US Navy.
Kegiatan lainnya, Komandan KRI Dewaruci dan beberapa perwira megunjungi USS Reuben James 57 yang sama-sama bersandar di Pearl Harbour. Turut mendampingi Atase Laut untuk Amerika Serikat Kolonel Laut( KH ) Anwar Saadi dan diterima oleh komandan CDR Daniel W. Valavcho.
"Saya mengucapkan terimakasih atas bantuan USS Reuben yang memberi bantuan BBM di Samudera Pasifik beberapa waktu lalu. Danm berpamitan karena KRI Dewaruci akan meninggalkan Hawaii," tegas Letkol (P) Haris Bima Bayuseta.
Letkol Haris menjelaskan KRI Dewaruci akan menuju San Diego sehingga harus mengisi penuh seluruh tangki BBM, air tawar dan bahan pangan selama perjalanan sepanjang 2275 mil laut ini.
"Apabila kecepatan kapal bisa 7 knot maka akan memakan waktu 14 hari. Tapi kalau kecepatan seperti saat akan menuju Hawai bisa lebih dari 18 hari. Kami tidak akan mengulangi kesalahan dengan kehabisan BBM dengan menyiapkan total 58.900 liter dengan asumsi sehari menghabiskan 3.272,2 liter.
"Kami berharap cuaca di Samudera Pasifik ke depan akan lebih bersahabat sehingga perjalanan kapal dapat berjalan sesuai targetnya dan bisa datang di sasaran even tepat waktu," tandasnya. (Tom)
Indonesian Navy ship, KRI Dewaruci at Pearl Harbor
Indonesian sailors perform a traditional dance to welcome U.S. Military personnel aboard the Indonesian Navy tall ship, KRI Dewaruci at Joint Base Pearl Harbor-Hickam, Hawaii. The KRI Dewaruci, arrived at JBPHH on Feb. 29, 2012, for a brief port visit while enroute the U.S. mainland. Dewaruci began her cruise from Surabaya, East Java, Indonesia on Jan. 14., as part of International Operation Sail (OpSail) 2012 to commemorate the bicentennial of the War of 1812. (Department of Defense photo by U.S. Air Force Tech. Sgt. Michael R. Holzworth/Released)
Kamis, 01 Maret 2012
SETELAH 18 HARI DI PASIFIK KRI DEWARUCI TIBA DI HAWAI
| |
Setelah
cukup panjang di ombang-ambingkan gelombang Pasifik KRI Dewaruci dengan
komandan Letkol Laut (P) Haris Bima Bayuseta Rabu (29/2) jam 09.00
waktu setempat/ jam 02.00 Kamis dini hari tiba di dermaga Pangkalan US
Navy Pear Harbour Hawai disambut oleh Komandan Pangkalan Gabungan US
Navy Capt Jeff James, komandan kapal perang USS Chung- Hoon ( DDG-93)
CDR Justin P Orlinch serta mendapat sambutan dari Konsulat KBRI di
Los Angeles Ibu Mahdalena Frederika .W.
Dalam
rombongan penyambutan tersebut, hadir Athase Laut Republik Indonesia
untuk Amerika Serikat Kolonel Laut (KH) Anwar Saadi dan warga negara
Republik Indonesia/ mahasiswa yang sedang kuliah di Hawai.
Setelah
itu para undangan memasuki kapal dan di sambut oleh tarian badinding
yang di peragakan oleh prajurit KRI Dewaruci yang sudah beberapa hari
latihan saat di tengah laut meski ombak kurang bersahabat. Penampilan
kesenian tari badinding tersebut sangat menghibur rombongan dan mendapat
apresiasi dari tentera US Navy.
Diakhir
kunjungan tersebut, Komandan KRI Dewaruci di ruang Salon memberikan
cinderamata kepada Capt Jeff James, dan CDR Justin P Orlinch serta
kepada Konsulat KBRI di LA ibu Mahdalena Fredika .W.
Menurut
rencana, KRI DWR akan berada di Pear Harbour selama dua hari yang akan
di gunakan untuk pengisian BBM, bahan basah dan perawatan kapal terutama
pengelasan stak patung di haluan kapal serta cocor yang retak akibat
terjangan gelombang selama di Samudera Pasifik. Juga membuat beberapa
mur baut patung Dewaruci yang melekat di haluan kapal patah. Selama
dalam perjalanan menuju Hawai beberapa kerusakan tersebut sudah di atasi
sementara oleh prajurit KRI DWR, tapi untuk pengelasan belum dapat
dikerjakan karena cuaca yang tidak memungkinkan.
Selama
merapat, KRI DWR melaksanakan open ship bagi masyarakat, mahasiswa,
pelajar bahkan tentara dan keluarga US Navy juga banyak yang
berkunjung ke kapal (Dispenarmatim)
|
Langganan:
Postingan (Atom)