Pewarta: Ade P Marboen
Awak KRI Dewaruci berbaris di depan badan kapal layar tiang tinggi itu, di dermaga Pelabuhan Geraldton, Australia Barat, setelah kapal itu ditambat. Awak kapal bekerja keras memperbaiki tiang-tiang kapal yang patah setelah kapal terkena badai, ratusan mil laut lepas pantai Australia, beberapa hari lalu. (thewest.com.au/Ian Cutler)
Jakarta (ANTARA News) - Pelayaran KRI Dewaruci kini diwarnai perbaikan ketiga tiang kapal layar tiang tinggi TNI AL itu di Pelabuhan Geraldton, Australia Barat, setelah terkena badai di Samudera Hindia, sekitar 140 mil laut dari pantai negara benua itu.
Kehadiran KRI Dewaruci yang dipimpin Letnan Kolonel Pelaut Anung Sutanto dan 145 awaknya dalam keadaan tiang-tiang patah sehingga memerlukan perbaikan besar itu membuat seluruh warga Geraldton bersimpati atas perjuangan seluruh awaknya untuk tetap mempertahankan pelayaran kapal latih TNI AL itu.
Situs thewest.com.au, Kamis, menegaskan simpati itu dengan mengutip pernyataan Walikota Geraldton, Ian Carpenter, "Kapal layar tiang tinggi ini, KRI Dewaruci, adalah Duta Persahabatan Indonesia, kami menyambut baik kehadiran kapal ini di kota kami. Sekaligus memberi kesempatan seluas-luasnya kepada warga Geraldton menjadi Duta Australia bagi komandan dan awak KRI Dewaruci."
Lebih jauh lagi, walau ketiga tiang utama dan tiang horisontal di haluan kapal layar buatan galangan kapal Stulcken & Sohns, Hamburg, Jerman, pada 1952 itu patah, keadaan itu disikapi secara positif.
Dewan Kota Geraldton berkumpul di Balai Kota Geraldton, sebagaimana diutarakan thewest.com.au itu. Pertemuan Dewan Kota Geraldton pada Jumat pagi tadi berfokus pada upaya menghibur ke-72 kadet Akademi TNI AL yang turut dalam pelayaran KRI Dewaruci itu.
Sebagai contoh, bus-bus besar disiapkan Kota Geraldton untuk membawa mereka mengenal kota itu, rumah-rumah warga membuka pintu lebar-lebar untuk sekedar menjamu mereka; tiap rumah juga menjadi rumah bagi beberapa kadet itu.
Jika kadet-kadet Akademi TNI AL usia belasan tahun itu diupayakan bisa dihibur warga Kota Gerladton, maka ke-88 awak dan perwira KRI Dewaruci tetap berada di kapal untuk menilai dampak kerusakan tiang-tiang kapal dan lain-lain.
Dilaporkan dari sumber, satu tim dari Dinas Fasilitas dan Pemeliharaan TNI AL telah berada di kota itu untuk mempercepat perbaikan.
Menurut thewest.com.au, peragaan marching band Genderang Suling Jala Gita Akademi TNI AL akan digelar di jalan-jalan Kota Geraldton, Sabtu besok (24/8).
Mereka menjadi bukti bahwa KRI Dewaruci memang Duta Persahabatan Indonesia sejati, walau dalam keadaan demikian.
Selepas parade unjuk kebolehan bernuansa disiplin militer dibungkus keramahan khas Indonesia itu, makan malam beramai-ramai dengan warga Geraldton digelar.
Menunya adalah barbekyu diiring tari-tarian dari kadet-kadet Akademi TNI AL dan warga Geraldton.
Editor: Ade Marboen
KRI DEWARUCI BERLAYAR LAGI MENUJU AUSTRALIA. Kapal latih dari kelas Barquentine (layar tiang tinggi), KRI Dewaruci milik TNI AL melakukan pelayaran ke Benua Kanguru untuk mengikuti Lattek Kartika Jala Krida (KJK) dan International Tall Ship Race 2013. Kapal ini dibangun di Hc Stulcken & Son Jerman. Pelayaran kali ini berlangsung lebih kurang 60 hari, dengan membawa 98 orang awak yang terdiri dari 16 orang prajurit TNI AL, serta 82 orang kadet Akademi Angkatan Laut (AAL) angkatan ke-60.
Senin, 26 Agustus 2013
Walikota Geraldton: KRI Dewaruci Duta Persahabatan Indonesia
Jumat, 23 Agustus 2013
Pewarta: Ade P Marboen
Awak KRI Dewaruci berbaris di depan badan kapal layar tiang tinggi itu, di dermaga Pelabuhan Geraldton, Australia Barat, setelah kapal itu ditambat. Awak kapal bekerja keras memperbaiki tiang-tiang kapal yang patah setelah kapal terkena badai, ratusan mil laut lepas pantai Australia, beberapa hari lalu. (thewest.com.au/Ian Cutler)
Jakarta (ANTARA News) - Pelayaran KRI Dewaruci kini diwarnai perbaikan ketiga tiang kapal layar tiang tinggi TNI AL itu di Pelabuhan Geraldton, Australia Barat, setelah terkena badai di Samudera Hindia, sekitar 140 mil laut dari pantai negara benua itu.
Kehadiran KRI Dewaruci yang dipimpin Letnan Kolonel Pelaut Anung Sutanto dan 145 awaknya dalam keadaan tiang-tiang patah sehingga memerlukan perbaikan besar itu membuat seluruh warga Geraldton bersimpati atas perjuangan seluruh awaknya untuk tetap mempertahankan pelayaran kapal latih TNI AL itu.
Situs thewest.com.au, Kamis, menegaskan simpati itu dengan mengutip pernyataan Walikota Geraldton, Ian Carpenter, "Kapal layar tiang tinggi ini, KRI Dewaruci, adalah Duta Persahabatan Indonesia, kami menyambut baik kehadiran kapal ini di kota kami. Sekaligus memberi kesempatan seluas-luasnya kepada warga Geraldton menjadi Duta Australia bagi komandan dan awak KRI Dewaruci."
Lebih jauh lagi, walau ketiga tiang utama dan tiang horisontal di haluan kapal layar buatan galangan kapal Stulcken & Sohns, Hamburg, Jerman, pada 1952 itu patah, keadaan itu disikapi secara positif.
Dewan Kota Geraldton berkumpul di Balai Kota Geraldton, sebagaimana diutarakan thewest.com.au itu. Pertemuan Dewan Kota Geraldton pada Jumat pagi tadi berfokus pada upaya menghibur ke-72 kadet Akademi TNI AL yang turut dalam pelayaran KRI Dewaruci itu.
Sebagai contoh, bus-bus besar disiapkan Kota Geraldton untuk membawa mereka mengenal kota itu, rumah-rumah warga membuka pintu lebar-lebar untuk sekedar menjamu mereka; tiap rumah juga menjadi rumah bagi beberapa kadet itu.
Jika kadet-kadet Akademi TNI AL usia belasan tahun itu diupayakan bisa dihibur warga Kota Gerladton, maka ke-88 awak dan perwira KRI Dewaruci tetap berada di kapal untuk menilai dampak kerusakan tiang-tiang kapal dan lain-lain.
Dilaporkan dari sumber, satu tim dari Dinas Fasilitas dan Pemeliharaan TNI AL telah berada di kota itu untuk mempercepat perbaikan.
Menurut thewest.com.au, peragaan marching band Genderang Suling Jala Gita Akademi TNI AL akan digelar di jalan-jalan Kota Geraldton, Sabtu besok (24/8).
Mereka menjadi bukti bahwa KRI Dewaruci memang Duta Persahabatan Indonesia sejati, walau dalam keadaan demikian.
Selepas parade unjuk kebolehan bernuansa disiplin militer dibungkus keramahan khas Indonesia itu, makan malam beramai-ramai dengan warga Geraldton digelar.
Menunya adalah barbekyu diiring tari-tarian dari kadet-kadet Akademi TNI AL dan warga Geraldton.
Editor: Ade Marboen
Pewarta: Ade P Marboen
Awak KRI Dewaruci berbaris di depan badan kapal layar tiang tinggi itu, di dermaga Pelabuhan Geraldton, Australia Barat, setelah kapal itu ditambat. Awak kapal bekerja keras memperbaiki tiang-tiang kapal yang patah setelah kapal terkena badai, ratusan mil laut lepas pantai Australia, beberapa hari lalu. (thewest.com.au/Ian Cutler)
Jakarta (ANTARA News) - Pelayaran KRI Dewaruci kini diwarnai perbaikan ketiga tiang kapal layar tiang tinggi TNI AL itu di Pelabuhan Geraldton, Australia Barat, setelah terkena badai di Samudera Hindia, sekitar 140 mil laut dari pantai negara benua itu.
Kehadiran KRI Dewaruci yang dipimpin Letnan Kolonel Pelaut Anung Sutanto dan 145 awaknya dalam keadaan tiang-tiang patah sehingga memerlukan perbaikan besar itu membuat seluruh warga Geraldton bersimpati atas perjuangan seluruh awaknya untuk tetap mempertahankan pelayaran kapal latih TNI AL itu.
Situs thewest.com.au, Kamis, menegaskan simpati itu dengan mengutip pernyataan Walikota Geraldton, Ian Carpenter, "Kapal layar tiang tinggi ini, KRI Dewaruci, adalah Duta Persahabatan Indonesia, kami menyambut baik kehadiran kapal ini di kota kami. Sekaligus memberi kesempatan seluas-luasnya kepada warga Geraldton menjadi Duta Australia bagi komandan dan awak KRI Dewaruci."
Lebih jauh lagi, walau ketiga tiang utama dan tiang horisontal di haluan kapal layar buatan galangan kapal Stulcken & Sohns, Hamburg, Jerman, pada 1952 itu patah, keadaan itu disikapi secara positif.
Dewan Kota Geraldton berkumpul di Balai Kota Geraldton, sebagaimana diutarakan thewest.com.au itu. Pertemuan Dewan Kota Geraldton pada Jumat pagi tadi berfokus pada upaya menghibur ke-72 kadet Akademi TNI AL yang turut dalam pelayaran KRI Dewaruci itu.
Sebagai contoh, bus-bus besar disiapkan Kota Geraldton untuk membawa mereka mengenal kota itu, rumah-rumah warga membuka pintu lebar-lebar untuk sekedar menjamu mereka; tiap rumah juga menjadi rumah bagi beberapa kadet itu.
Jika kadet-kadet Akademi TNI AL usia belasan tahun itu diupayakan bisa dihibur warga Kota Gerladton, maka ke-88 awak dan perwira KRI Dewaruci tetap berada di kapal untuk menilai dampak kerusakan tiang-tiang kapal dan lain-lain.
Dilaporkan dari sumber, satu tim dari Dinas Fasilitas dan Pemeliharaan TNI AL telah berada di kota itu untuk mempercepat perbaikan.
Menurut thewest.com.au, peragaan marching band Genderang Suling Jala Gita Akademi TNI AL akan digelar di jalan-jalan Kota Geraldton, Sabtu besok (24/8).
Mereka menjadi bukti bahwa KRI Dewaruci memang Duta Persahabatan Indonesia sejati, walau dalam keadaan demikian.
Selepas parade unjuk kebolehan bernuansa disiplin militer dibungkus keramahan khas Indonesia itu, makan malam beramai-ramai dengan warga Geraldton digelar.
Menunya adalah barbekyu diiring tari-tarian dari kadet-kadet Akademi TNI AL dan warga Geraldton.
Editor: Ade Marboen
Satu Tiang Layar KRI Dewaruci Patah di Perairan Australia
ABC Australia - detikNews
Jakarta - Kapal Perang Angkatan Laut KRI Dewaruci mengalami musibah dalam perjalanan ke Fremantle, Australia Barat, dan salah satu tiang layarnya patah.
KRI Dewaruci yang kini dijadikan kapal latih bagi Angkatan Laut Indonesia, sedang dalam perjalanan menghadiri konvensi kapal-kapal perang, ketika diterpa badai angin kencang di tengah samudera.
Menurut keterangan polisi setempat, Dewaruci diawaki 145 personil dan kadet dan mengalami musibah di titik 60 mil luat dari Pantai Shark Bay. Badai angin kencang sedang terjadi di area tersebut.
Para kru kapal mengirimkan sinyal pertolongan dan melaporkan kepada pihak berwenang Australia, mereka terpaksa melanjutkan perjalanan dengan mesin ke kota Geraldton.
Otoritas Maritim Australia (AMSA) menjelaskan, mereka telah mengontak awak KRI Dewaruci namun mereka menyatakan belum membutuhkan pertolongan segera.
KRI Dewaruci dijadwalkan tiba Fremantle 27 Agustus dan akan tinggal selama tiga hari.
Pihak Kadin Kota Fremantle, yang mengorganisir konvensi menjelaskan, 60 penumpang di KRI Dewaruci merupakan pemain drum band yang dijadwalkan tampil 28 Agustus di jalan-jalan kota itu.
Sejumlah kapal dengan tiang layar tinggi akan mengunjungi kota-kota pelabuhan sepanjang rute perjalanan ke Sydney.
Jakarta - Kapal Perang Angkatan Laut KRI Dewaruci mengalami musibah dalam perjalanan ke Fremantle, Australia Barat, dan salah satu tiang layarnya patah.
KRI Dewaruci yang kini dijadikan kapal latih bagi Angkatan Laut Indonesia, sedang dalam perjalanan menghadiri konvensi kapal-kapal perang, ketika diterpa badai angin kencang di tengah samudera.
Menurut keterangan polisi setempat, Dewaruci diawaki 145 personil dan kadet dan mengalami musibah di titik 60 mil luat dari Pantai Shark Bay. Badai angin kencang sedang terjadi di area tersebut.
Para kru kapal mengirimkan sinyal pertolongan dan melaporkan kepada pihak berwenang Australia, mereka terpaksa melanjutkan perjalanan dengan mesin ke kota Geraldton.
Otoritas Maritim Australia (AMSA) menjelaskan, mereka telah mengontak awak KRI Dewaruci namun mereka menyatakan belum membutuhkan pertolongan segera.
KRI Dewaruci dijadwalkan tiba Fremantle 27 Agustus dan akan tinggal selama tiga hari.
Pihak Kadin Kota Fremantle, yang mengorganisir konvensi menjelaskan, 60 penumpang di KRI Dewaruci merupakan pemain drum band yang dijadwalkan tampil 28 Agustus di jalan-jalan kota itu.
Sejumlah kapal dengan tiang layar tinggi akan mengunjungi kota-kota pelabuhan sepanjang rute perjalanan ke Sydney.
Dihadang Badai, KRI Dewaruci Harus Direparasi di Australia
Jum'at, 23 Agustus 2013 | 05:33 WIB
Metrotvnews.com, Jakarta: Setelah terkena badai sekitar 120 mil laut lepas pantai Australia Barat di Samudera Hindia, KRI Dewaruci yang patah peruan dan tiang tiangnya merapat di dermaga Geraldton, dekat Perth, Kamis (22/8), untuk direparasi menyeluruh.
Laman thewest.com.au, Kamis menyatakan, KRI Dewaruci dengan 155 personel TNI-AL di dalamnya dipandu arah menuju pelabuhan itu dengan pesawat terbang Dornier dari Otoritas Keselamatan Maritim Australia (AMSA).
Semula, KRI Dewaruci dijadwalkan akan merapat di Perth, Australia, dalam misi pelayaran internasional pada 2013. Namun, badai menerpa kapal layar tiang tinggi buatan galangan kapal Stulcken & Sohns, Hamburg, Jerman, pada 1952, selepas dari perairan Indonesia dari Kupang, Nusa Tenggara Timur.
Menanggapi peristiwa itu, KSAL Laksamana Marsetio menyatakan, "Insya Allah bisa diatasi. Memang ada masalah pada tiang-tiangnya, namun petang hari ini telah merapat untuk diperbaiki."
"Awak kapal baik-baik saja, perbaikan segera dilakukan," kata Marsetio.
KRI Dewaruci bertonase 847 ton memiliki tiga tiang, yaitu tiang Bima (utama dan paling depan, setinggi 39,5 meter dari geladak), tiang Arjuna di tengah, dan tiang Yudistira di buritan kapal. Dalam foto yang dilansir laman thewest.com.au, peruan-peruan di tiang Bima patah-patah, pun bagian akhir tiang itu juga patah.
Struktur utama tiang-tiang KRI Dewaruci terbuat dari besi baja. Namun peruan-peruan dan tambatan layar dastur terbuat dari kayu oak, yang tidak terdapat di Indonesia. "Kayunya diimpor utuh, tidak bisa kayu yang lain," kata sumber di TNI-AL.
Seluruh tiang ini dihubungkan kabel baja sebagai penguat satu sama lain dan badan utama kapal dan tiang horizontal di haluannya. Sebanyak 16 layar berada di seluruh tiang ini, dengan tiang Bima yang memiliki layar terbanyak di peruannya.
Kapal layar tiang tinggi ini difungsikan sebagai kapal latih bagi kadet-kadet Akademi TNI-AL, namun dioperasikan Komando Armada Indonesia Kawasan Timur (Armatim) di dalam Satuan Kapal Bantu. Selain sebagai kapal latih, KRI Dewaruci juga menjadi Goodwill Ambassador of Indonesia ke seluruh dunia.
Sepanjang sejarah pelayarannya, KRI Dewaruci paling sedikit telah melakukan 38 kali misi pelayaran TNI AL. Dari semuanya, kapal itu telah keliling dunia melayari tujuh samudera sebanyak dua kali, yaitu pada 1964 dengan komandan Letnan Kolonel Pelaut Sumantri, dan pada 2012, yang dipimpin Letnan Kolonel Pelaut Haris Bima Bayuseto.
Pada 2003, lebih dari panjang keliling dunia dilayari KRI Dewaruci ke Eropa Barat dan Eropa Utara, dengan puncak misi pada festival maritim L'Armada Rouen 2003. Saat itu, KRI Dewaruci menjadi satu-satunya kapal layar tiang tinggi peserta dari Asia dan Afrika.
Untuk melestarikan kapal layar tiang tinggi rancangan Adrian Bauer itu, pada 2004 didirikan Yayasan Sahabat Dewaruci yang dimotori TNI AL dan tokoh-tokoh nasional serta umum pecinta KRI Dewaruci, serta diresmikan Presiden (saat itu) KH Abdurrahman Wahid. (Antara)
Metrotvnews.com, Jakarta: Setelah terkena badai sekitar 120 mil laut lepas pantai Australia Barat di Samudera Hindia, KRI Dewaruci yang patah peruan dan tiang tiangnya merapat di dermaga Geraldton, dekat Perth, Kamis (22/8), untuk direparasi menyeluruh.
Laman thewest.com.au, Kamis menyatakan, KRI Dewaruci dengan 155 personel TNI-AL di dalamnya dipandu arah menuju pelabuhan itu dengan pesawat terbang Dornier dari Otoritas Keselamatan Maritim Australia (AMSA).
Semula, KRI Dewaruci dijadwalkan akan merapat di Perth, Australia, dalam misi pelayaran internasional pada 2013. Namun, badai menerpa kapal layar tiang tinggi buatan galangan kapal Stulcken & Sohns, Hamburg, Jerman, pada 1952, selepas dari perairan Indonesia dari Kupang, Nusa Tenggara Timur.
Menanggapi peristiwa itu, KSAL Laksamana Marsetio menyatakan, "Insya Allah bisa diatasi. Memang ada masalah pada tiang-tiangnya, namun petang hari ini telah merapat untuk diperbaiki."
"Awak kapal baik-baik saja, perbaikan segera dilakukan," kata Marsetio.
KRI Dewaruci bertonase 847 ton memiliki tiga tiang, yaitu tiang Bima (utama dan paling depan, setinggi 39,5 meter dari geladak), tiang Arjuna di tengah, dan tiang Yudistira di buritan kapal. Dalam foto yang dilansir laman thewest.com.au, peruan-peruan di tiang Bima patah-patah, pun bagian akhir tiang itu juga patah.
Struktur utama tiang-tiang KRI Dewaruci terbuat dari besi baja. Namun peruan-peruan dan tambatan layar dastur terbuat dari kayu oak, yang tidak terdapat di Indonesia. "Kayunya diimpor utuh, tidak bisa kayu yang lain," kata sumber di TNI-AL.
Seluruh tiang ini dihubungkan kabel baja sebagai penguat satu sama lain dan badan utama kapal dan tiang horizontal di haluannya. Sebanyak 16 layar berada di seluruh tiang ini, dengan tiang Bima yang memiliki layar terbanyak di peruannya.
Kapal layar tiang tinggi ini difungsikan sebagai kapal latih bagi kadet-kadet Akademi TNI-AL, namun dioperasikan Komando Armada Indonesia Kawasan Timur (Armatim) di dalam Satuan Kapal Bantu. Selain sebagai kapal latih, KRI Dewaruci juga menjadi Goodwill Ambassador of Indonesia ke seluruh dunia.
Sepanjang sejarah pelayarannya, KRI Dewaruci paling sedikit telah melakukan 38 kali misi pelayaran TNI AL. Dari semuanya, kapal itu telah keliling dunia melayari tujuh samudera sebanyak dua kali, yaitu pada 1964 dengan komandan Letnan Kolonel Pelaut Sumantri, dan pada 2012, yang dipimpin Letnan Kolonel Pelaut Haris Bima Bayuseto.
Pada 2003, lebih dari panjang keliling dunia dilayari KRI Dewaruci ke Eropa Barat dan Eropa Utara, dengan puncak misi pada festival maritim L'Armada Rouen 2003. Saat itu, KRI Dewaruci menjadi satu-satunya kapal layar tiang tinggi peserta dari Asia dan Afrika.
Untuk melestarikan kapal layar tiang tinggi rancangan Adrian Bauer itu, pada 2004 didirikan Yayasan Sahabat Dewaruci yang dimotori TNI AL dan tokoh-tokoh nasional serta umum pecinta KRI Dewaruci, serta diresmikan Presiden (saat itu) KH Abdurrahman Wahid. (Antara)
Rabu, 14 Agustus 2013
TARUNA AAL AKAN IKUTI AUSTRALIAN SAIL 2013
KRI Dewaruci Berlayar lagi Menuju Australia
Laporan: Suyanto Selasa, 13 Agustus 2013 |
Metrotvnews.com, Surabaya: KRI Dewaruci berlayar kembali selama 60 hari menuju Australia.
KRI Dewaruci yang merupakan kapal latih TNI Angkatan Laut itu menuju Benua Kanguru untuk mengikuti International Tall Ship Race 2013, serta mempromosikan pariwisata Indonesia.
Keberangkatan kapal milik TNI AL yang rencananya akan pensiun pada tahun 2015 itu dilepas oleh Kepala Staf Angkatan Laut serta keluarga prajurit di Dermaga Koarmatim, Ujung Surabaya, Selasa (13/8).
Kapal yang berjenis barquentine atau jenis kapal layar tiang tinggi berlayar menuju Australia dengan membawa 98 orang awak yang terdiri dari 16 orang prajurit TNI AL, serta 82 orang kadet AAL.
Rencananya KRI Dewaruci akan berlayar dengan rute Surabaya, Kupang, Darwin, Perth, Melbourne, Hobart, Sydney, Auckland-Selandia Baru, Brisbane, Cairns, Darwin dan kembali lagi ke Surabaya.
Di Sydney, KRI Dewaruci akan dilibatkan dalam lomba International Tall Ship Race 2013 serta menghadiri undangan dari Australian Sail Training Association untuk mengikuti Australian Navy Fleet Review, salah satu even bergengsi yang diikuti oleh banyak negara yang akan membangun image dunia bahwa TNI AL layak menjadi world class navy.
Selain mengikuti kegiatan-kegiatan tersebut, KRI Dewaruci juga membawa misi yakni mempromosikan pariwisata Indonesia di setiap kota di benua Australia yang disinggahi.
Pelepasan KRI Dewaruci dipimpin secara langsung oleh KSAL Laksamana TNI Marsetio di Dermaga Koarmatim, Ujung Surabaya. Terlihat pula keluarga prajurit yang haru saat melepas keberangkatan prajurit TNI AL ke Australia untuk mengharumkan nama bangsa.
Rencananya KRI Dewaruci yang lama akan pensiun pada tiga tahun mendatang. Saat ini masih dilakukan lelang pembuatan kapal pengganti KRI Dewaruci yang diperkirakan memakan waktu dua tahun untuk pengerjaannya. KRI Dewaruci yang baru akan lebih besar dan bisa memuat sekitar 200 taruna.
Editor: Agus Tri Wibowo
Metrotvnews.com, Surabaya: KRI Dewaruci berlayar kembali selama 60 hari menuju Australia.
KRI Dewaruci yang merupakan kapal latih TNI Angkatan Laut itu menuju Benua Kanguru untuk mengikuti International Tall Ship Race 2013, serta mempromosikan pariwisata Indonesia.
Keberangkatan kapal milik TNI AL yang rencananya akan pensiun pada tahun 2015 itu dilepas oleh Kepala Staf Angkatan Laut serta keluarga prajurit di Dermaga Koarmatim, Ujung Surabaya, Selasa (13/8).
Kapal yang berjenis barquentine atau jenis kapal layar tiang tinggi berlayar menuju Australia dengan membawa 98 orang awak yang terdiri dari 16 orang prajurit TNI AL, serta 82 orang kadet AAL.
Rencananya KRI Dewaruci akan berlayar dengan rute Surabaya, Kupang, Darwin, Perth, Melbourne, Hobart, Sydney, Auckland-Selandia Baru, Brisbane, Cairns, Darwin dan kembali lagi ke Surabaya.
Di Sydney, KRI Dewaruci akan dilibatkan dalam lomba International Tall Ship Race 2013 serta menghadiri undangan dari Australian Sail Training Association untuk mengikuti Australian Navy Fleet Review, salah satu even bergengsi yang diikuti oleh banyak negara yang akan membangun image dunia bahwa TNI AL layak menjadi world class navy.
Selain mengikuti kegiatan-kegiatan tersebut, KRI Dewaruci juga membawa misi yakni mempromosikan pariwisata Indonesia di setiap kota di benua Australia yang disinggahi.
Pelepasan KRI Dewaruci dipimpin secara langsung oleh KSAL Laksamana TNI Marsetio di Dermaga Koarmatim, Ujung Surabaya. Terlihat pula keluarga prajurit yang haru saat melepas keberangkatan prajurit TNI AL ke Australia untuk mengharumkan nama bangsa.
Rencananya KRI Dewaruci yang lama akan pensiun pada tiga tahun mendatang. Saat ini masih dilakukan lelang pembuatan kapal pengganti KRI Dewaruci yang diperkirakan memakan waktu dua tahun untuk pengerjaannya. KRI Dewaruci yang baru akan lebih besar dan bisa memuat sekitar 200 taruna.
Editor: Agus Tri Wibowo
Selasa, 13 November 2012
Langganan:
Postingan (Atom)