Senin, 23 April 2012

SENSASI PENGUNJUNG KRI DEWARUCI DI NEW ORLEANS USA


 
Menginjak hari ke 4 selama singgah di New Orleans  USA, KRI Dewaruci melaksanakan kegiatan open ship, Sabtu, (21/4). Sudah mencapai 29.500 pengunjung yang berhasil dimonitor oleh penjagaan KRI yang selalu siap di geladak kapal sekaligus memandu para pengunjung.
Pengunjung yang hadir dari segala usia, karena kota ini merupakan kota wisata sehingga pengunjung banyak, apalagi sudah ada pemberitahuan sebelumnya bahwa selama berlangsung festival kapal yang mengikuti  yang hadir melaksanakan open ship untuk umum.
Kehadiran Dewaruci sangat mendapat perhatian istimewa, khususnya bagi  siswa-siswa pelajar. Mereka tahu Dewaruci adalah kapal yang jauh-jauh datang dari  Indonesia, dimana  kehadirannya di sini sudah dipublikasikan oleh media cetak/elektronika setempat. Para pelajar ada yang tertarik untuk menaiki tiang Bima yang berada di haluan kapal. Untuk menjaga keamanan, mereka dikawal oleh prajurit KRI, meski para pelajar hanya menaiki 2 hingga 3 meter saja .
Data yang dapat dihimpun pada hari pertama, open ship 2.700 pengunjung, hari ke dua  3.100 pengunjung, hari ke  tiga 4.200 pengunjung dan pada hari ke empat 15.000 pengunjung. Hari  Sabtu hingga jam 16.00 sudah mencapai 4.500 pengunjung, dan pada hari Minggu  diharapkan akan lebih banyak lagi pengunjung  yang akan mendatangi Dewaruci sehingga total pengunjung tentu akan semakin bertambah banyak.
Satu kelebihan yang ditampilkan oleh KRI Dewaruci dalam open ship kali ini, prajurit-prajurit KRI menyajikan permainan Genderang Seruling, meski hanya terbatas personilnya namun cukup menggetarkan Dermaga dimana kapal-kapal layar merapat. Dengan keadaan ini tentu saja mereka berbondong-bondong mengalihkan perhatiaanya ke Dewaruci.
Genderang seruling KRI Dewaruci dengan Mayoret andalannya  Lettu Laut (T) Alfredo Purba yang kesehariannya selaku Perwira Mesin/wakil Kepala Kamar Mesin (Kadep Sin) meski hanya 14 orang ternyata sangat efektif untuk menarik perhatian pengunjung sehingga memadati dermaga  Bean Ville New Orleans dimana KRI Dewaruci merapat.
Para pemandu KRI Dewaruci yang rata-rata sudah fasih berbahasa Inggris juga merupakan salah satu kelebihan kapal ini, disamping mereka yang ramah-ramah. Warga negara Indonesia yang berada di New Orlaens juga banyak yang menyempatkan hadir ke kapal, karena mereka rata-rata sudah rindu akan tanah air Indonesia. Ada yang sekedar cari lagu-lagu Indonesia, lagu daerah-daerah,  dan  lagu lagu populer di tanah air hingga ada yang antar jemput untuk pesiar Prajurit-prajurit Dewaruci.
(Dispenarmatim)

Minggu, 22 April 2012

Pengunjung Padati KRI Dewaruci di New Orleans


Malam Indonesia di KRI Dewaruci  


VIVAnews - Malam Indonesia di New Orleans, Louisiana, Amerika Serikat (AS), yang diselenggarakan di atas KRI Dewaruci Kamis malam 19 April 2012, minggu lalu dihadiri pejabat tinggi pemerintah, militer, pengusaha, professional dan tokoh penting masyarakat setempat. Karena keterbatasan tempat, kapal hanya bisa menampung 150-180 undangan.
Selain pameran promosi, pada malam itu ditampilkan berbagai pertunjukan seni tari Indonesia, yaitu Indang, Rampak, Reok Ponorogo serta tari Remo yang dibawakan oleh prajurit TNI Dewaruci.
Meskipun undangan yang naik ke kapal terbatas, pertunjukan kesenian Indonesia itu disaksikan oleh lebih dari 400 orang. Karena banyak penonton yang berdiri di darat di sepanjang dermaga, tempat KRI Dewaruci berlabuh.
Acara diselenggarakan oleh Konsulat Jenderal RI Houston, bekerjasama dengan KRI Dewaruci dan masyarakat Indonesia di Louisiana yang tergabung dalam Indonesian American Community Association (IACA) dan Asia/Pacific American Society of New Orleans.
KRI Dewaruci berada di New Orleans tanggal 17-23 April 2012, dalam rangka mengikuti festival kapal layar yang diselenggarakan pemerintah Amerika Serikat.
Konsul Jenderal RI di Houston, Al Busyra Basnur dalam sambutannya antara lain menyampaikan bahwa, kunjungan KRI Dewaruci ke New Orleans memiliki makna strategis dalam membangun hubungan persahabatan Indonesia dan AS, khususnya masyarakat New Orleans dan sekitarnya.
“Dewaruci menunjukkan kebesaran Indonesia sebagai bangsa maritim dan negara kepulauan terbesar kepada masyarakat dunia, dengan prajurit angkatan lautnya yang kuat, ulet dan handal”, kata Al Busyra Basnur.
Festival kapal layar itu diikuti juga oleh kapal dari beberapa negara lain, seperti Perancis, Inggeris, Kanada, Equador dan Amerika Serikat.
Pengunjung yang hadir disuguhkan makanan khas Indonesia seperti sate, bakso dan lainnya. (adi)

Malam Indonesia di New Orleans, Pengunjung Padati KRI Dewaruci


Andri Haryanto - detikNews
Senin, 23/04/2012 06:35 WIB
Foto: Istimewa
Jakarta Konsulat Jenderal RI di Houston menggelar Malam Indonesia di New Orleans, Lousiana, Amerika Serikat. Perhelatan yang diselenggarakan Kamis (19/4) pekan lalu itu diselenggarakan di atas KRI Dewaruci. Meski pengunjung dibatasi untuk dapat naik ke Dewaruci, perhelatan tersebut mampu menyedot animo pengunjung yang ada di sekitarnya.

KRI Dewaruci sendiri berada di New Orleans sejak 17-23 April 2012 dalam rangka mengikuti festival kapal layar yang diselenggarakan pemerintah Amerika Serikat. Festival kapal layar itu diikuti juga oleh kapal dari beberapa negara lain, seperti Perancis, Inggris, Kanada, Equador dan Amerika Serikat.

Konsul Jenderal RI di Houston, Al Busyra Basnur menyampaikan, kunjungan KRI Dewaruci ke New Orleans memiliki makna strategis dalam membangun hubungan persahabatan Indonesia dan AS, khususnya masyarakat New Orleans dan sekitarnya.

"Dewaruci menunjukkan kebesaran Indonesia sebagai bangsa maritim dan negara kepulauan terbesar kepada masyarakat dunia, dengan prajurit angkatan lautnya yang kuat, ulet dan handal." kata Al Busyra dalam keterangan pers yang diterima detikcom, Senin (23/4).

Acara yang menggandeng masyarakat Indonesia di Louisiana yang tergabung dalam Indonesian American Community Association (IACA) dan Asia/Pacific American Society of New Orleans, dihadiri pejabat tinggi pemerintah, militer, pengusaha, professional dan tokoh penting masyarakat setempat.

Meski undangan untuk dapat menikmati kesenian dan kuliner khas Indonesia di atas KRI Dewaruci dibatasi 150-180an undangan, namun pertunjukan tersebut rupanya disaksikan sekitar 400 orang yang berdiri di dermaga tempat Dewaruci berlabuh.

Warga New Orleans Sambut KRI Dewaruci



13350617201528271548
Foto: Pelda Darowi Dispen Koarmatim
Sudah empat hari KRI Dewaruci singgah di New Orleans, Amerika Serikat. Sebanyak 29.500 orang pengunjung datang silih berganti menyambangi kapal latih tiang tinggi kebanggaan bangsa Indonesia tersebut. Hari ini Minggu (22/4) diharapkan pengunjung bisa lebih membludak. Peluang emas ini akan dimanfaatkan oleh KRI Dewaruci untuk memperkenalkan lebih jauh tentang khazanah budaya Indonesia.
Ya, di kota kelahiran musik jazz itu, Komandan KRI Dewaruci, Letkol Laut (P) Haris Bima Bayuseto beserta para anak buah kapal (ABK) melaksanakan open ship. Masyarakat New Orleans dipersilakan berkunjung dan diperkenalkan pada keramahtamahan khas Indonesia. Alunan lagu-lagu dan musik daerah Nusantara mengisi relung dan ruang geladak KRI Dewaruci. Demikian pula dengan aneka keseniannya.
Masyarakat New Orleans penasaran dengan ketangguhan kapal layar tiang tinggi ini. Para pengunjung berdecak kagum memandang tiang Bima. Beberapa di antaranya mencoba memanjat tiang layar utama yang terletak di haluan KRI Dewaruci itu sekalipun hanya sampai pada ketinggian 3-4 meter.
13350618611381375619
Foto: Pelda Darowi Dispen Koarmatim
Kehadiran Dewaruci mendapat perhatian khusus karena mereka mengetahui dari publikasi media setempat bahwa kapal latih para kadet Akademi Angkatan Laut itu telah memasuki usia 60 tahun namun masih mampu mengarungi samudera. Keterampilan para ABK juga cukup menghibur mereka. Ya, dalam open ship kali ini, prajurit-prajurit KRI menyajikan permainan drum band Genderang Seruling.
Genderang Seruling KRI Dewaruci dengan Mayoret andalannya Lettu Laut (T) Alfredo Purba ternyata cukup efektif dalam menarik perhatian pengunjung. Meskipun terbatas jumlah personelnya, suara instrumen Genderang Suling cukup menggetarkan kawasan dermaga tempat kapal-kapal layar lainnya merapat. Dengan keadaan ini tentu saja para turis dan masyarakat New Orleans berbondong-bondong memadati dermaga Bean Ville tempat KRI Dewaruci merapat.
13350620601716117451
Foto: Pelda Darowi Dispen Koarmatim
Kehadiran Dewaruci juga dimanfaatkan pula oleh warga negarara Indonesia yang bermukim di New Orleans untuk sekedar melepas rasa rindu kepada tanah air tercinta. Mereka hadir di kapal untuk mencari lagu-lagu Indonesia; baik lagu-lagu daerah maupun lagu lagu-lagu  populer yang saat ini sedang hit di tanah air. Dengan penuh keakraban para ABK Dewaruci menerima kehadiran mereka.
Dengan tibanya di Amerika Serikat berarti tinggal tiga benua yang mesti di singgihahi KRI Dewaruci. Pelepasan pelayaran kapal yang ke-59 dan penjelajahan terakhir ini, dilakukan oleh KASAL Laksamana Soeparno di Dermaga Ujung Koarmatim Surabaya 15 Januari lalu.
KRI Dewa Ruci bertipe kapal tiang tinggi (barquentine) ini memiliki lebar 9,5 meter. Panjang 58,30 meter, bobot kapal 874 ton, kecepatan dengan mesin 10,5 knot dan kecepatan dengan layar 9 knot. Telah puluhan tahun kapal buatan Jerman ini membentangkan layarnya ke berbagai penjuru benua.
Pada perjalanan yang dikomandani oleh Letkol Laut (P) Haris Bima Bayuseto ini, KRI Dewaruci mengarungi perjalanan ke 4 benua, 13 negara dengan jarak tempuh 27.006 nautical miles (1 nautical miles sama dengan 1,852 km). Tak kurang dari 277 hari waktu yang diperlukan dalam pelayaran kali ini.
Bisa dikatakan bahwa rute pelayaran KRI Dewa Ruci kali ini lebih jauh dan lama dibandingkan dengan pelayaran pada tahun 2010 yang menempuh jarak 25.173 nautical miles dan waktu yang ditempuh selama 258 hari.