KRI DEWARUCI BERLAYAR LAGI MENUJU AUSTRALIA. Kapal latih dari kelas Barquentine (layar tiang tinggi), KRI Dewaruci milik TNI AL melakukan pelayaran ke Benua Kanguru untuk mengikuti Lattek Kartika Jala Krida (KJK) dan International Tall Ship Race 2013. Kapal ini dibangun di Hc Stulcken & Son Jerman. Pelayaran kali ini berlangsung lebih kurang 60 hari, dengan membawa 98 orang awak yang terdiri dari 16 orang prajurit TNI AL, serta 82 orang kadet Akademi Angkatan Laut (AAL) angkatan ke-60.
Selasa, 13 November 2012
Rabu, 17 Oktober 2012
Gubernur AAL Sambut Kedatangan KRI Dewaruci
| Kamis, 18 Oktober 2012 10:50:29 - | |
AKADEMI ANGKATAN LAUT (18/10),- Gubernur Akademi Angkatan Laut Laksamana
Muda TNI Herry Setianegara, S.Sos, S.H, M.M, didampingi Ketua Cabang
Jalasenastri BS AAL Ny. Herry Setianegara menyambut kedatangan Kapal Latih
Kadet AAL kebanggaan bangsa Indonesia KRI Dewaruci, di dermaga Ujung,
Koarmatim, Surabaya, Rabu (17/10).
Kapal buatan Jerman pada tahun 1952 dengan Komandan
Letkol Laut (P) Haris Bima Bayuseto ini telah meninggalkan Tanah Air sejak 15
Januari 2012 lalu dalam rangka mendukung latihan praktek pelayaran astronomi
bagi para Kadet AAL, disamping mengikuti kegiatan Operation Sail 2012 di Amerika Serikat serta membawa misi untuk
menyukseskan pencitraan Pariwisata Indonesia di luar negeri.
Sejumlah pejabat turut hadir diantaranya: Wakil Menteri
Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Dr. Sapta Nirwandar, Wakil Kepala Staf Angkatan
Laut Laksamana Madya TNI Marsetio, M.M, dan beberapa Pejabat Teras Mabesal,
Pangarmatim Laksamana Muda TNI Agung Pramono, Dankobangdikal Laksamana Muda TNI
DJoko Teguh serta Danlantamal V Surabaya, Laksma TNI Sumadi.
|
Lagu Surabaya Kota Kenangan Sambut KRI Dewaruci
Rabu, 17 Oktober 2012 10:56 WIB | Dibaca: 202 | Editor: Heru Pramono | Reporter : Wiwit Purwanto
foto:Surya/Wiwit Purwanto
KRI Dewaruci merapat di Dermaga Ujung Koarmatim, Rabu (17/10/2012).
Kapal layar tiang tinggi yang menjadi satu-satunya kapal latih kadet Akademi TNI Angkatan Laut juga disambut prajurit dan sanak keluarga ABK Dewaruci. Mereka menanti kedatangan kapal tersebut di pinggir dermaga.
Dengan dikawal dua kapal tunda dan tugboat dari Kopaska, perlahan Dewaruci menepi dan merapat ke Dermaga Ujung.
KRI Dewaruci dengan Komandan Letkol Laut (P) Haris Bima
Bayuseto telah menyelesaikan tugas mulia sebagai duta bangsa sekaligus
mengibarkan sang merah putih di 11 negara dan 23 pelabuhan yang di
singgahi dengan waktu yang sangat panjang 265 hari, KRI Dewaruci
mengemban misi diplomasi di setiap negara yang disinggahi, selain itu
juga mengemban misi seni budaya untuk mengenalkan Indonesia .
Perjalanan Panjang Dewaruci diawali pada Tanggal 15 Januari 2012 lalu.
Petualangan dan tantangan berganti peluk-rindu keluarga KRI Dewaruci
Letnan Satu Pelaut Deni Purwanto, perwira di
Departemen Bahari KRI Dewaruci, menggendong bayi perempuannya sekaligus
anak pertamanya, saat KRI Dewaruci pulang ke pangkalannya di Surabaya,
Kamis. Dia tidak bisa menunggui kelahiran anak pertamanya itu di Tanah
Air, karena harus bertugas berlayar bersama KRI Dewaruci keliling dunia
selama sembilan bulan. (ANTARA News/Ade P Marboen)
... Anakku yang pertama lahir saat aku layar ke Eropa 2003 lalu. Sekarang bertambah lagi…"
Pelayaran memerlukan waktu sampai 17 Oktober ini dengan rute dimulai ke timur, yaitu Jayapura setelah meninggalkan Surabaya. "Naahhh… setelah Jayapura itu, tanda-tanda tantangan alam mulai semakin terlihat; ombak besar dan mengguncang kapal keras sekali," kata Kepala Departemen Logistik KRI Dewaruci, Kapten Suplai Kusnanto.
Yang dia maksud adalah ketinggian gelombang laut selepas perairan Indonesia membelah Samudera Pasifik menuju persinggahan luar negeri pertama, Kwajelein, gugus kepulauan milik Amerika Serikat di Pasifik Barat. Antara Jayapura-Kwajelein, berjarak hampir sama dengan Kwajelein-Hawa'ii, yang direncanakan ditempuh dalam waktu 14 hari pelayaran.
Ternyata penggal Kwajelein-Hawa'ii itu memerlukan waktu hampir tiga pekan! Kecepatan kapal yang dikomandani Letnan Kolonel Pelaut Haris Bima, sampai minus dua knot alias mundur karena terjangan badai di Samudera Pasifik itu.
"Itulah pelayaran paling panjang, kami sampai kehabisan air bersih dan bahan bakar. Bahkan sampai harus berkonsultasi dengan Markas Besar TNI AL di Cilangkap melalui inmarsat," katanya. Beruntung mereka mendapat suntikan bahan bakar dari satu kapal fregat Amerika Serikat, USS Reuben James, di dekat Hawa'ii.
Itulah sekelumit kecil tantangan alam yang melekat dalam pelayaran astronomi-pendidikan bertajuk Kartika Jala Krida Luar Negeri 2012 ini. Masih banyak lagi hantaman gelombang dan cabikan badai yang mereka hadapi bersama, dan KRI Dewaruci sekali lagi masih mampu menunjukkan darma bhaktinya.
Kini, KRI Dewaruci beserta semua manusia pengawaknya telah kembali. Kelelahan, kebosanan, dan banyak lagi hal-hal manusiawi yang sering bisa merontokkan semangat pelayaran, telah hilang. Diganti senyum dan peluk-cium keluarga yang telah menunggu sejak pagi hari, Kamis.
Kelasi Dua Yaspan Hadi, sebagai contoh. Kelasi juru masak KRI Dewaruci ini sampai menitikkan air mata rindu dan haru saat memeluk kedua anak dan istrinya. "Anakku yang pertama lahir saat aku layar ke Eropa 2003 lalu. Sekarang bertambah lagi…," katanya.
Biar bagaimanapun, pelayaran ini adalah tugas negara. Namun di balik itu semua, dorongan dan keikhlasan keluarga memberi mereka energi dan kepercayaan diri sangat tinggi. Bayaran untuk itu semua adalah kerinduan dan kasih sayang seorang bapak pada anak dan keluarganya.
Sebagaimana disimbolkan dari pemunculan tiang-tiang tinggi KRI Dewaruci menjelang merapat menuju dermaga. Harapan kehadiran sang kekasih itu menjadi nyata di depan mata di mata keluarga masing-masing, manakala wujud-wujud itu terdapat di depan mata mereka… (*)
Editor: Ade Marboen
Keluarga Sambut Kedatangan KRI Dewaruci di Surabaya
Rabu, 17 Oktober 2012 22:29:58 WIB
Reporter : Rahardi Soekarno J.
Surabaya (beritajatim.com) - Kerinduan keluarga Anak Buah Kapal (ABK) KRI Dewaruci yang ditinggal berlayar selama 9 bulan, seakan tidak sabar menunggu kedatangan suami, ayah tercinta yang sudah ada di depan mata.
Para istri prajurit KRI Dewaruci dan anak-anak itu sejak pagi memenuhi Dermaga Koarmatim, untuk menyambut kedatangan para pelaut ulung belahan jiwa.
Kedatangan Kapal Layar Tiang Tinggi (Thall Ship) yang menjadi satu-satunya kapal latih Kadet Akademi Angkatan Laut (AAL), pagi itu juga disambut Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Wamenparekraf) Dr. Sapta Nirwandar, Wakil Kepala Staf TNI Angkatan Laut (Wakasal) Laksamana Madya TNI Marsetio, MM, Pangarmatim Laksamana Muda TNI Agung Pramono, S.H, M.Hum, para Pangkotama TNI AL Surabaya, Direktur Promosi Pariwisata Luar Negeri Kemenparekraf Nia Niscaya, Rabu (17/10). Turut mendampingi dalam penyambutan tersebut Ketua Daerah Jalasenastri Armatim Ny. Yus Agung Pramono, para Pengurus Daerah Jalasenastri Armatim dan undangan lainnya.
Pagi itu, kedatangan KRI Dewaruci yang melintas di Dermaga Koarmatim dikawal oleh 4 Kapal Tunda (TD), 4 perahu selancar, dan 4 jet sky. Bukan itu saja, KRI dewaruci juga diiringi oleh KRI Arung Samudera dan 3 Sea Rider yang. Begitu melintas di Dermaga Koarmatim, terdengar nyanyian Pahlawan Muda dan Surabaya, oleh prajurit Koarmatim dan keluarga prajurit KRI Dewaruci. Pada saat itu, tim penyambut dan keluarga, melepaskan balon udara dan melambaikan bendera merah putih (ukuran kecil).
Begitu kapal sandar di Dermaga, disambut tarian Colour Guard yang bertemakan Wonderful Indonesia. Selanjutnya Komandan KRI DWR, Letkol Laut (P) Haris Bima Bayuseto mendapat pengalungan bunga dari Wamenparekraf, DR. Sapta Nirwandar. Selanjutnya Komandan KRI Dewaruci beserta Bintara Utama (Bama) KRI Dewaruci Peltu Johanes Satoro dan seorang Kadet AAL dipanggul penari Reog Ponorogo menuju Gedung PTA untuk melaksanakan acara tasyakuran.
Dalam sambutan Pangarmatim diantaranya mengatakan, bahwa atas nama keluarga besar jajaran Koarmatim, dengan penuh rasa bangga saya menyampaikan ucapan selamat datang di Pangkalan Surabaya dan selamat kembali ke tanah air kepada Komandan dan ABK KRI Dewaruci serta para Kadet AAL yang tergabung dalam pelayaran KJK Kadet AAL tingkat III Angkatan 59 tahun 2012.
Dikatakan Pangarmatim, bahwa pelayaran muhibah dan latihan praktek pelayaran KJK yang baru saja dilaksanakan oleh KRI Dewaruci, sesungguhnya memiliki nilai historis dan akan senantiasa kita kenang. Pelayaran yang telah menempuh jarak total 27.006 nm mengelilingi dunia, sekali lagi membuktikan kepada bangsa di dunia, bahwa bangsa Indonesia adalah bangsa maritim yang besar. “Keberhasilan dalam mengarungi berbagai samudera, tentu saja akan semakin mengenalkan dan mengharumkan nama bangsa dan negara Indonesia dalam relasi antar bangsa,”kata Pangarmatim.
Sementara itu, Wamenparekraf Dr. Sapta Nirwandar pada kesempatan tersebut mengucapkan terima kasih yang tidak terhingga kepada pihak TNI AL, khususnya KRI Dewaruci yang telah membantu mempromosikan wonderful Indonesia selama pelayaran ini. “Saya mendapat laporan bahwa ada kunjungan ke kapal yang jumlahnya sampai 15.000 orang dalam satu hari. Bahan promosi pariwisatapun kami drop kembali dan juga tampilan kesenian selalu mendapatkan sambutan yang luar biasa dibeberapa negara. Ini menunjukkan bahwa TNI AL telah ikut membangun citra bangsa Indonesia,”kata Wamenparekraf.
Pada kesempatan tersebut, Wamenparekraf juga menyerahkan Sertifikat yang bertuliskan ucapan “Telah Sukses Menjalankan Ops. Sail 2012 dan Mempromosikan Sebagai Duta Pariwisata Indonesia. Kepada Komandan KRI Dewaruci.(Dispenarmatim).
KRI Dewaruci Tiba di Surabaya usai Keliling Dunia
KRI Dewaruci sendiri membawa 69 kadet tingkat III Akademi TNI AL, yang terdiri dari 43 kadet korps pelaut, 10 korps elektronika, serta 16 kadet dari korps teknik. Selain itu, enam dosen akademi TNI AL juga turut serta.
"Untuk sementara KRI Dewaruci masih akan digunakan sampai nanti ada penggantinya," kata Wakil Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana Madya Marsetio, di sela memimpin upacara penyambutan kedatangan KRI Dewaruci, Rabu siang.
Bahkan, kata Marsetio, selama dua tahun ke depan beberapa event kemaritiman dunia masih tetap akan mengikutkan KRI Dewaruci.
Sebagai pengganti, TNI AL saat ini masih mempertimbangkan untuk memesan di beberapa galangan kapal. "Masih menunggu Kementerian Pertahanan. Ada tiga negara yang menawarkan galanganya," ujarnya.
Selama 60 tahun, KRI Dewaruci, setidaknya telah melakukan 44 kali pelayaran keliling berbagai negara. Mayoritas kepala Staf TNI Angkatan Laut bahkan pernah mengarungi samudera menggunakan kapal legendaris ini.
Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sapta Nirwandar, yang juga turut hadir dalam upacara penyambutan, mengatakan perjalanan keliling dunia yang dilakukan KRI Dewaruci telah memberikan nilai positif dalam perkembangan budaya dan pariwisata Indonesia. "Setiap awak kapal sekaligus sebagai duta budaya dan pariwisata yang mengharumkan nama bangsa," kata Sapta.
Sekadar diketahui, dalam perjalanannya sejak 14 Januari silam, KRI Dewaruci telah menempuh jarak 27 ribu lebih nautical mile. Berangkat dari Surabaya, KRI Dewaruci saat itu langsung menuju Jayapura, lantas dilanjutkan ke beberapa negara di Amerika di antaranya Kwajelein, Honolulu, San Diego, New Orleans, Miami, Charleston, New York, Baltimore, serta Boston.
Selain itu, ke Manzanillo Meksiko; Saint John, Kanada; Porto, Portugal; Cadiz, Spayol; Malta Port Said, Mesir; Jeddah, Arab Saudi; Salalah, Oman; Colombo, Srilangka; dan kembali ke Belawan lantas Jakarta dan kembali lagi ke Surabaya.
Dalam sejarahnya, perjalanan pertama KRI ini dilakukan pada 196. Dalam perjalanan keliling dunia ini, KRI Dewaruci dipimpin oleh Letkol Laut (P) Haris Bima Bayuseto.
Sementara itu, upacara penyambutan KRI Dewaruci Rabu siang juga diramaikan oleh ratusan keluarga dari para awak kapal.
FATKHURROHMAN TAUFIQ
Langganan:
Postingan (Atom)